Kemenkumham Deportasi Warga Jepang Terkait Dugaan Penipuan Bansos

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI menyatakan, warga Jepang berinisial MT tersangka dugaan penipuan bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Jepang masih menunggu proses deportasi.

“Betul saat ini MT sedang menunggu proses deportasi,” kata I Nyoman Gede Surya Mataram.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Ditjen Imigrasi Kemenkumham, I Nyoman Gede Surya Mataram, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/6/2022).

Nyoman menegaskan, alasan MT belum dideportasi dikarenakan ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi terutama surat perjalanan laksana paspor.

Dalam hal ini, Kedutaan Besar Jepang adalah pihak yang berhak mengeluarkan deportasi.

“Karena statusnya, paspor yang bersangkutan sudah dicabut,” ujarnya.

Kedutaan Besar Jepang telah mencabut paspor MT. Secara otomatis izin tinggal yang bersangkutan sudah tidak berlaku dan menjadi subjek illegal stay (tinggal ilegal) sesuai ketentuan Pasal 119 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.

MT diketahui masuk ke Indonesia pada 2020 dengan visa tinggal terbatas untuk penanaman modal.

Izin tinggal terakhir yang dimiliki MT adalah kartu izin tinggal terbatas (kitas) yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Jakarta Selatan dan berlaku hingga 17 Juni 2023.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi mendapat informasi dari perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia yang sedang mencari warganya berinisial MT.

Ia diduga melakukan penipuan bansos COVID-19 di negara asalnya senilai 10 juta yen.

Saat dilakukan pengecekan data perlintasan, MT diketahui masih berada dan berkegiatan di Indonesia. Informasi dari sumber intelijen, diketahui yang bersangkutan diduga kuat berada di Lampung.

Kedutaan Besar Jepang menginformasikan sempat berkoordinasi dengan Kepolisian RI, namun karena belum adanya perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Jepang, menyebabkan Polri kesulitan membantu dan memulangkan MT.

BACA JUGA  Imigrasi Deportasi WNA Polandia Terpidana Skimming

Selanjutnya, Kedutaan Besar Jepang menyampaikan permohonan bantuan kepada Ditjen Imigrasi untuk menemukan dan memulangkan MT melalui mekanisme keimigrasian.

MT kemudian masuk dalam daftar pencarian orang keimigrasian terhitung 7 Juni 2022.

“Kami sifatnya hanya memfasilitasi permohonan pemerintah Jepang. Setelah dokumen lengkap, pasti akan kami bantu proses pemulangannya,” kata Nyoman.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Dua Wakil Indonesia Juara MTQ Internasional di Amerika

Dua wakil Indonesia berhasil menyabet juara pada ajang MTQ The American International Tibyan Competition for the Quran and Its Recitations di Amerika pada Minggu,...

Hukum

Asyik Pesta Sabu, 5 Pria di Sumbawa Ditangkap

Pesta sabu yang diadakan oleh 5 orang pria berinisial AR (33) , YK (21), NF (22), EY (37) , dan SR (38) berhasil diketahui...