Kemenhub Gratiskan Biaya PJP4U Pesawat Udara di Bandara

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan kabar gembira dengan menetapkan kebijakan pengenaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp0 (nol rupiah) atau nol persen, alias gratis terhadap salah satu biaya operasional pesawat udara, yakni jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U).

Pembebasan tarif PJP4U tersebut bagaikan angin segar, tidak hanya bagi maskapai selaku operator, namun utamanya bagi para penumpang sebagai konsumen di tengah meroketnya harga avtur yang berimbas pada melambungnya tarif tiket pesawat beberapa waktu belakangan ini.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono menjelaskan, dikeluarkannya kebijakan tersebut sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kala pemulihan permintaan penerbangan di tengah masyarakat dengan memberikan keringanan terhadap salah satu komponen biaya operasional pesawat udara.

“Dengan diberlakukannya ketentuan ini maka maskapai akan terbebas dari kewajiban membayar biaya jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat udara yang hanya berlaku di UPBU,” jelasnya, dikutip dari infopublik pada Selasa (2/8/2022).

Tarif PNBP nol rupiah tersebut, lanjut Nur Isnin, diberikan kepada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal yang beroperasi secara nyata melayani rute penerbangan dari dan/atau ke bandar udara yang dikelola oleh UPBU di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, kecuali untuk angkutan udara perintis.

“Pengenaan tarif nol rupiah tersebut diberikan sesuai dengan jam operasional masing-masing bandara,” ujarnya.

Agar pelaksanaan kebijakan tersebut berjalan sesuai ketentuan, maka Sesditjen Perhubungan Udara, Direktur Bandar Udara, dan Direktur Angkutan Udara bertanggung jawab melakukan pengawasan.

“Kebijakan itu diatur dalam Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Nomor PR 14 2022 yang resmi berlaku sejak 26 Juli 2022, dan berlaku mulai tiga hari sejak ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2022 pukul 24.00 waktu setempat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Indonesia National Air Carries Association (INACA) Denon Prawiraatmadja, mengatakan tarif PJP4U selama ini masih memberatkan. Terlebih transportasi udara mengalami penurunan permintaan hingga 60 persen selama pandemi.

Oleh sebab itu, INACA meminta pemerintah Indonesia memberikan keringanan beban maskapai penerbangan di tengah pandemi COVID-19. Termasuk tarif PJP4U dan diskon serta fleksibilitas pembayaran avtur.

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

5 Tanda Dia Punya Hati Tulus Menyayangimu

Ketika di masa pendekatan, biasanya ada upaya untuk bisa saling mengenal satu sama lain. Selain itu, kita perlu meyakinkan ada hati yang tulus menyayangi sebelum melangkah...

5 Cara Redakan Rasa Marah

Peristiwa

Sebuah Mobil Terbalik di Setra Desa Adat Sidemen Bali

Sebuah mobil jenis Suzuki Splash dengan nomor polisi DK 1178 CU terbalik di setra (kuburan) Desa Adat Sukahet, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Rabu...

Hukum

Asyik Nyabu, Oknum Pegawai Honorer Dinas Pertanian Sumsel Digrebek

Polisi menggerebek seorang oknum pegawai honorer Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial RE (26) saat tengah asyik mengisap sabu. Petugas lapangan pertanian atau...

Iklan 6