Kelakuan 4 Pria Curi Tiang Internet Tanpa Dicurigai di Badung

4 Pria mencuri tiang besi internet di Kabupaten Badung, Bali dengan menyamar sebagai pegawai proyek. Mereka yakni Slamet Edy Pranowo alias Edy (41), Danang Jati Prasetyo alias Danang (25) Sariyono alias Ari (28) dan Dominikus Kaka alias Domi (28).

Aksi tindak pidana yang dilakukan oleh keempat pria tersebut ketahuan setelah mencuri tiang besi internet di wilayah Banjar Auman dan Banjar Bon, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Mereka beraksi di sana pada Sabtu (9/7/2022) lalu sekitar pukul 15.00 Wita.

“Jadi untuk barang bukti ini cukup banyak, ini tiang-tiang internet yang ada di pinggir-pinggir jalan. Di mana keempat pria itu modus operandinya melakukan undercover, penyamaran,” kata Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, Jumat (29/7/2022).

Penyamaran pria itu cukup sukses karena ketika beraksi mereka tidak dicurigai oleh masyarakat atau orang-orang yang melihat. Mereka pun leluasa mencabut tiang-tiang internet yang sudah terpasang menggunakan besi linggis.

Tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku kemudian dilaporkan oleh pegawai perusahaan internet. Polisi menerima laporan tersebut dan meregistrasinya dengan nomor LP/B/250/VII/2022/SPKT/POLRES BADUNG/POLDA BALI tertanggal 10 Juli 2022. Setelah dilaporkan, polisi kemudian berhasil menangkap keempat pelaku dan menyita 11 tiang internet.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Badung AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama menjelaskan, bahwa pelaku tidak mengambil semua tiang internet itu sekaligus, melainkan dilakukan secara bertahap.

“Jadi untuk TKP yang dilakukan ini kan pelaku tidak mengambil semuanya, jadi bertahap dia. Satu hari mengambil satu sampai dua batang tiang,” jelas Ika Prabawa.

Keempat pria itu telah melakukan aksinya itu di berbagai wilayah, seperti di Kecamatan Abiansemal, Kecamatan Mengwi dan Kecamatan Kuta Utara. Tiang-tiang internet itu kemudian dijual ke pengepul barang rongsokan. Hasilnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA  3 Pelaku Curanmor di Lampung Timur Diringkus

“Jadi dijualnya di barang-barang rongsokan sama ada pengepul-pengepul yang memang untuk besi-besi bekas tiang ini. Dan untuk harganya memang di bawah standar. Jadi (dijual) untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkap Ika Prabawa.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi berhasil menyita berbagai barang bukti seperti 11 buah tiang besi internet, mobil pikap warna hitam dengan nomor polisi DK-8712-BO yang dipakai mengangkut, linggis besi. Polisi juga mengamankan seragam proyek rompi warna orange dan helm yang digunakan untuk menyamar sehingga terlihat seperti pegawai proyek.

Keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengganjar mereka dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

Iklan 7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

3 Cara Cerdas Membuat Lilin Tahan Lama

Lilin merupakan sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak...

Peristiwa

Angin Puting Beliung sebabkan Pohon Tumbang hingga Kuburan Terbongkar di Pematangsiantar

Bencana angin puting beliung menerjang Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah pohon tumbang yang menyebabkan kuburan warga terbongkar. Dampak angin puting beliung tersebut, kompleks permakanan,...

Hukum

Pesta Sabu, 4 Pria di Pesawaran Ditangkap Polisi

Jajaran unit satnarkoba Polsek Gadingrejo menggerebek sebuah lokasi yang diduga mengadakan pesta narkoba di dua lokasi berbeda di pekon Gadingrejo Utara. Sebanyak empat pria...

Iklan 6