Keberaman Bahasa di Daerah Gili Trawangan Menjadi Penelitian PIRN

Penggunaan bahasa sasak sebagai bahasa daerah pada masyarakat lokal Gili Trawangan, Lombok mulai memudar terutama pada generasi muda. Datangnya wisatawan asing maupun lokal mempengaruhi penggunaan bahasa dan adat istiadatnya.

Penelitian terkait bahasa ini menjadi salah satu topik penelitian di kelas guru Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), pada Pekan Pemuda Riset dan Inovasi Nasional (PIRN) XX.

“Dari temuan kami di lapangan, umumnya masyarakat yang berusia 25 tahun ke atas masih biasa menggunakan Bahasa Sasak. Tapi mereka yang berusia lebih muda jarang mengerti, karena mereka tidak diajarkan oleh orang tuanya yang berasal dari suku berbeda, misalnya dari Bugis dan Sasak,” ungkap Ahmad Mudlofar, salah satu anggota Kelompok 1, usai memaparkan hasil penelitiannya, di BPSDM, NTB.

Dari hasil penelitian tersebut, kelompoknya memberikan rekomendasi agar para orangtua tak lupa membiasakan anaknya untuk menggunakan Bahasa sasak.

“Sedangkan untuk pemerintah daerah setempat, perlu untuk memasukkan materi muatan lokal Bahasa Sasak sebagai bahasa daerah di tingkat sekolah,” ucap guru asal MAN Insan Cendikia Aceh Timur ini.

Kelompok guru IPSK lainnya, berfokus pada ide penelitian terkait studi etnografi pada suku Busak atau Bugis-Sasak.

“Kami tertarik mengangkat topik ini karena menurut kami, kebaruannya sangat tinggi, karena belum pernah ada yang melakukan penelitian terkait suku Busak ini jika dilihat dari keyword pencarian ataupun di jurnal-jurnal,” ungkap Didit, peserta Kelompok III.

Dirinya mengatakan, dari hasil observasi dan wawancara di lapangan, diketahui bahwa suku Busak hanya sebutan bagi masyarakat yang ada di sana.

“Memang masyarakat di sana sudah ada arah untuk membentuk identitas baru mulai dari kebudayaan, struktur kelembagaan, bahkan di lingkungan keluarga,” terang Didit.

BACA JUGA  Menko Muhadjir Pastikan Penyaluran Bansos Merata

Namun, proses pembentukan suatu suku tentu tidak dilalui sehari dua hari, melainkan proses panjang.

“Walaupun secara syarat sebutan sebuah suku itu belum ada, tapi ada usaha menuju kesana. Mungkin belum bisa disebut suatu suku, tapi etnis yang lebih kecil yang akan membentuk identitas baru,” tambahnya.

Guru dari Pondok Pesantren Alam Sayang Ibu Lingsar, Lombok Barat ini mengapresiasi penyelenggaraan PIRN XX. Menurutnya, materi yang didapatkan sangat berguna dalam mendukung kegiatan Merdeka Belajar.

“Hanya yang perlu diperhatikan buat kami sebagai guru adalah, bagaimana mengaplikasikan materi ini ke sekolah, karena mungkin untuk siswa tingkat SMP misalnya, ilmu apa yang perlu mereka dapatkan dulu didalam melakukan penelitian, ini yang perlu diperhatikan,” sarannya.

Instruktur kelas guru IPSK, Soekarni mengatakan, sebelum terjun ke lapangan, desain sebuah penelitian harus lengkap dan tajam. Ia berharap, dengan adanya PIRN ini, dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi guru-guru, utamanya terkait metodologi penelitian.

“Dengan guru-guru mengerti dan menambah wawasan mereka didalam melakukan penelitian, kemudian mereka dituntut untuk membimbing murid-murid mereka, sehingga generasi berikutnya akan melahirkan generasi dengan keilmuan yang positif. Tidak harus jadi peneliti, tapi sistem berpikir yang sistematik ini akan mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PIRN XX digelar oleh BRIN bekerja sama dengan  Pemprov NTB yang berlangsung 10 hingga 17 Juli 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3