Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Bandung

Kasus aktif Covid-19 harian di Kota Bandung Dinas Kesehatan (Dinkes) dicatat naik drastis hampir 100 persen. Tren kenaikan kasus itu dilaporkan sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

“Dua minggu yang lalu kasus aktif itu 69 kasus, Dan sekarang itu per tanggal 19 Juni kasus aktifnya 131. Jadi kenaikannya hampir sampai 100 persen,” terang Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara, Kamis (23/6).

Ahyani mengatakan, status PPKM Level 1 turut menyumbang kenaikan kasus Covid-19. Sebab dengan adanya pelonggaran, masyarakat kini mulai abai menerapkan prokes pada kesehariannya.

“Ada relaksasi aktivitas yang luar biasa, jadi aktivitas perjalanan laut, udara, darat itu sudah lebih bebas, sementara mobilitas jadi lebih banyak. Aktivitasnya jadi lebih banyak. Di sisi lain prokes bisa dilihat agak lalai, lengah. Karena orang pikir sudah Level 1,” ungkapnya.

Meskipun kasus aktif ini lebih ringan dan bahkan tanpa, namun ia mengimbau warga terus waspada, terutama golongan lansia dan komorbid.

“Harus saling menjaga, terutama kepada keluarga, lingkungan kerja sama orang terdekat. Apalagi masyarakat yang rentan kena, sama anak di bawah usia 6 tahun yang memang belum vaksinasi,” paparnya.

Ahyani menjelaskan minat vaksinasi masyarakat kini mulai menurun. Ia pun menduga hal itu dipengaruhi oleh pelonggaran aturan PPKM Level 1.

“Minat vaksinasi berkurang, kemungkinannya masyarakat merasa sudah tidak lagi jadi sebuah syarat. Kemarin kan pas mau mudik syaratnya harus vaksin, itu langsung ramai. Sekarang hilang lagi,” ujarnya.

Ia pun merinci, vaksinasi untuk dosis ketiga atau booster saat ini baru mencapai 681.076 dosis. Sementara, Dinkes menargetkan 1.952.358 dosis bisa diterima oleh masyarakat.

“Booster baru 34 persen dan ini masih kurang cepet vaksinasinya. Tapi ini memang ada hambatan, misalkan sudah jadwalnya, dia kena, dan harus ada jeda juga kan. Dan ketersediaan vaksinnya itu harus ada pilihan misalnya Sinovac dengan apa,” jelasnya.

Ahyani menegaskan selain protokol kesehatan, vaksinasi menjadi hal penting untuk menghindari Covid-19. Apalagi, angka kasus Covid-19 di Kota Bandung saat ini terus meningkat dengan adanya subvarian BA.4 dan BA.5.

“Kita jangan sampai ada lonjakan. Sebenarnya saya sangat menghimbau, karena puskesmas buka terus untuk dosis 1, dosis 2 dan booster, jadi silahkan di instagram Dinas kesehatan bisa dilihat dan datangi puskesmas untuk divaksin booster,” tutupnya. (Kay)

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Satu Korban Tenggelamnya Kapal PMI Ilegal di Kepri Ditemukan, 6 Masih Pencarian

Satu dari tujuh orang korban tenggelamnya kapal pembawa Pekerja Imgran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan tewas di perairan Singapura. Satu orang korban tersebut ditemukan di...

Hukum

Gelar Musik DJ Tanpa Izin, Satpol PP Padang Sita Sound System Kafe

Satu unit sound system salah satu kafe yang beralamat dijalan Pulau Air, Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang disita Satuan Polisi Pamong Praja...