Jateng akan Jadi Percontohan Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Logistik

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengapresiasi rencana pembangunan pelabuhan hortikultura di Jawa Tengah (Jateng) yang bisa menjadi model perencanaan pembangunan infrastruktur logistik di Indonesia.

Pembangunan pelabuhan hortikultura di Jateng itu dikatakannya memiliki lima aspek utama. Pertama, implementasi logistik berbasis komoditas berkaitan dengan perbedaan proses penanganan dan fasilitas sesuai dengan karakteristik komoditas.

“Proses penanganan yang salah dan fasilitas yang tidak memadai bisa berdampak terhadap kerusakan komoditas. Kerusakan komoditas buah dan sayur dalam proses distribusi diperkirakan sekitar 6 – 10 persen,” jelasnya Selasa (17/5/2022).

Kedua, pengembangan pelabuhan sebagai salah satu infrastruktur utama logistik untuk peningkatan ekspor komoditas potensial Jateng, yaitu hortikultura dan komoditas pertanian lainnya.

Ketiga, implementasi supply chain management (SCM) dengan fasilitasi dukungan kegiatan masyarakat di banyak sektor, seperti pendampingan dan pelatihan kepada petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM.

“Dalam banyak kasus, pengembangan infrastruktur (termasuk pelabuhan) tidak berorientasi terhadap pengguna yang seringkali membutuhkan pemberdayaan. Hal ini sangat mempengaruhi pemanfaatan infrastruktur itu serta keberlanjutannya,” ujarnya, dilansir dari Infopublik.

Keempat, penyiapan regulasi yang mendukung yaitu Peraturan Daerah tentang Tata Kelola dan Pemasaran Ekspor Produk Pertanian, Peternakan, Perikanan dan UMKM

Kelima, koordinasi yang baik dengan Kementerian Pertanian dan kementerian/lembaga terkait lain, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Oleh karena itu, SCI merekomendasikan peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung pengoperasian dan pengembangan pelabuhan hortikultura, terutama dalam pemahaman dan implementasi cold chain management.

Selain itu, SCI merekomendasikan daerah-daerah lain juga mengembangkan infrastruktur logistik untuk meningkatkan daya saing komoditas potensialnya masing-masing berdasarkan lima aspek itu.

Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memang menyatakan optimismenya bahwa keberadaan pelabuhan hortikultura di Jateng tinggal selangkah lagi. Pelabuhan itu diharapkan akan meningkatkan ekspor dan impor hortikultura maupun komoditas Jateng lainnya.

BACA JUGA  Sejumlah Pemilik Warung Makan Kurangi Porsi Makanan Imbas Kenaikan BBM di Bali

Informasi pada portal resmi Provinsi Jawa Tengah menyebut ekspor pertanian Jawa Tengah ke berbagai negara pada 2021 mencapai Rp11,10 triliun. Jumlah itu lebih besar dibanding dua tahun sebelumnya, di mana ekspor pertanian Jateng pada 2019 tercatat Rp8,48 triliun, dan 2020 naik menjadi Rp9,13 triliun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Ruko Laundry di Tangerang Terbakar, 3 Tewas Terpanggang!

Musibah kebakaran terjadi Tangerang, Sebuah rumah yang dijadikan tempat usaha cuci pakaian terbakar. kebakaran ini terjadi di Perumahan Taman Cikande RT 09 RW 02...

Hukum

Gelar Rekonstruksi! Suami yang Bunuh Istri lalu Mayat Dibuang di Jembatan Bima Ngaku Menyesal dan Menangis

Rekonstruksi kejadian suami yang bunuh istri lalu mayatnya dibuang di jembatan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) digelar pada Jumat (2/12/2022). Rekonstruksi pembunuhan...

Iklan3