Istri Hamil 7 Bulan, Suami di Lebong Cabuli Anak Bawah Umur di Pemakaman Umum

Seorang pria yang berinisial YM (18) tahun warga Kecamatan Lebong Tengah berhasil diringkus oleh pihak kepolisian. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencabulan terhadap dibawah umur.

Korbannya adalah Melati –bukan nama sebenarnya– yang merupakan pelajar salah satu SMP di Kabupaten Lebong.

Berdasarkan informasi, YM mengatakan jika perbuatan keji yang dilakukan olehnya itu baru pertama kali kepada korban, bahkan perbuatan tidak senonoh yang dilakukannya itu tepat di kuburan atau Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pagar Agung, Kecamatan Lebong Tengah.

Menurut penuturan pelaku perbuatan yang dilakukan ini karena merasa kurang puas mendapat jatah dari istri, lantaran sedang mengandung7 bulan calon anak pertama mereka.
“Kurang mendapat jatah Pak, karena istri sedang hamil 7 bulan. Jujur ini terjadi karena saya khilaf, ” kata YM.

Lebih jauh, YM mengaku jika sangat menyesal dan bersalah atas perbuatan yang sudah dilakukan terhadap korban. Ia berpesan kepada sang istri agar tetap menjaga kesehatan dan berharap agar perbuatannya tidak ditiru oleh anaknya ketika sudah besar.

“Saya sangat menyesal, semoga kejadian seperti ini tidak ditiru oleh anak saya nantinya ” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP Awilzan, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Alexander, SE menjelaskan kejadian itu bermula saat pelaku mengajak korban mojok di TPU atau kuburan di wilayah Kecamatan Lebong Tengah pada 6 Mei lalu. Awalnya, sekitar pukul 19.00 WIB tersangka mengirim pesan melalui media sosial mengajak korban bertemu.

Korban selanjutnya dijemput tersangka menggunakan sepeda motor di rumah teman korban dan langsung menuju kuburan.

“Dilokasi ini keduanya bercumbu. Namun karena diduga tak kuat menahan nafsunya, tersangka kemudian langsung menarik tangan korban untuk mengajak pindah ke salah satu kebun yang masih berbatasan dengan kuburan dengan berjalan kaki. Meski sempat mendapatkan penolakan, tersangka yang terus memaksa akhirnya berhasil mengagahi korban,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan dari korban, lanjutnya, anggota Satreskrim langsung bergerak cepat. Hingga akhirnya pada (25/5) sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka berhasil diamankan di salah satu rumah kerabatnya tanpa perlawanan.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 82 ayat (1) ayat (2) Jo Pasal 76 E dan ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak Jo Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.

“Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar,” singkatnya.(Kay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3