Ilmuwan NTU Kembangkan ‘Kain’ yang Mengubah Gerakan Tubuh Menjadi Listrik

Para ilmuwan dari Universitas Teknologi Nanyang (NTU) telah mengembangkan “kain” yang mengubah gerakan tubuh menjadi listrik.

Kain ini suatu hari nanti dapat diintegrasikan ke dalam pakaian atau perangkat elektronik yang dapat dikenakan ke perangkat daya saat bepergian, kata universitas itu dalam rilis berita pada Kamis (2 Juni).

Kain ini dapat diregangkan, tahan air dan kuat karena dibuat dengan lapisan dasar spandeks dan terintegrasi dengan “bahan seperti karet”.

Mencuci, melipat, dan kusut juga tidak menyebabkan penurunan kinerja, kata NTU, seraya menambahkan bahwa hal itu dapat mempertahankan keluaran listrik yang stabil hingga lima bulan.

Komponen penting dalam kain adalah polimer yang, ketika ditekan atau diperas, mengubah tekanan mekanis menjadi energi listrik.

Dalam percobaan pembuktian konsep yang dilaporkan dalam jurnal ilmiah Advanced Materials pada bulan April, tim NTU menunjukkan bahwa mengetuk sepotong kain baru berukuran 3 cm kali 4 cm menghasilkan energi listrik yang cukup untuk menyalakan 100 LED atau mengisi daya berbagai perangkat yang menyimpan listrik. energi dan ditemukan dalam peralatan seperti ponsel.

Ilmuwan material dan Associate Provost Profesor NTU Lee Pooi See mengatakan ada banyak upaya untuk mengembangkan kain atau garmen yang dapat memanen energi dari gerakan.

Namun, tantangan besar adalah mengembangkan sesuatu yang tidak menurunkan fungsinya setelah dicuci, dan pada saat yang sama mempertahankan keluaran listrik yang sangat baik.

“Dalam penelitian kami, kami menunjukkan bahwa prototipe kami terus berfungsi dengan baik setelah dicuci dan diremas. Kami pikir itu bisa ditenun menjadi T-shirt atau diintegrasikan ke dalam sol sepatu untuk mengumpulkan energi dari gerakan terkecil tubuh, menyalurkan listrik ke perangkat seluler, ” kata Prof Lee yang juga memimpin penelitian tersebut.

BACA JUGA  Pemerintah Sesuaikan Tarif Listrik 3.500 VA ke Atas dan Golongan Pemerintah
kain
Di sebelah kiri adalah elektroda sablon yang diintegrasikan ke dalam kain prototipe yang ditunjukkan di sebelah kanan. (Foto: NTU Singapura)

BAGAIMANA CARA KERJANYA?

NTU mengatakan kain itu adalah alat pemanen energi yang mengubah getaran yang dihasilkan dari gerakan tubuh terkecil menjadi listrik.

Prototipe menghasilkan listrik dengan dua cara: ketika ditekan atau tergencet (piezoelectricity), dan ketika bersentuhan atau bergesekan dengan bahan lain, seperti kulit atau sarung tangan karet (efek triboelektrik).

Untuk membuat prototipe, para peneliti pertama-tama membuat elektroda yang dapat diregangkan dengan mencetak “tinta” yang terdiri dari perak dan styrene-ethylene-butylene-styrene (SEBS), yang merupakan bahan seperti karet yang ditemukan di teether dan grip stang.

Elektroda yang dapat diregangkan ini kemudian dilekatkan pada sepotong kain nanofibre yang terdiri dari dua komponen utama: Polimer yang menghasilkan muatan listrik saat dikompresi, ditekuk, atau diregangkan, serta perovskit bebas timah, yang merupakan “bahan yang menjanjikan. ” di bidang sel surya dan LED.

Peneliti NTU menemukan bahwa kain mereka dapat memanfaatkan energi dari berbagai gerakan manusia dengan menempelkannya ke lengan, kaki, tangan, dan siku, serta sol sepatu. Ini juga tidak mempengaruhi pergerakan.

“Meskipun kapasitas baterai meningkat dan permintaan daya berkurang, sumber daya untuk perangkat wearable masih memerlukan penggantian baterai yang sering. Hasil kami menunjukkan bahwa bahan prototipe pemanen energi kami dapat memanfaatkan energi getaran dari manusia untuk berpotensi memperpanjang masa pakai baterai atau bahkan untuk membangun sendiri -sistem bertenaga.

“Sepengetahuan kami, ini adalah perangkat energi berbasis perovskit hybrid pertama yang stabil, dapat diregangkan, bernapas, tahan air, dan pada saat yang sama mampu memberikan kinerja keluaran listrik yang luar biasa,” kata Prof Lee.

Tim sekarang melihat bagaimana kain yang sama dapat diadaptasi untuk memanen berbagai bentuk energi.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Ledakan Gas Mengerikan Terjadi di Tianjin China, Telan 23 Korban

Peristiwa ledakan gas di Kota Tianjin, China, pada Selasa (21/6) sore, menyebabkan sedikitnya 23 orang terluka, termasuk tiga orang yang mengalami luka parah. Banyak korban...

Hukum

Belasan Muda-mudi di Padang Diamankan Satpol PP di Hotel

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang mengamankan sebanyak 11 orang muda-mudi diamankan di Hotel Ranah Bundo‎, Jalan Thamrin, Ranah Parak Rumbio, Padang Selatan,...