Henry Lau Kembali Aktif Usai Kontroversi Nyatakan Dukungan Untuk Tiongkok

Pada 3 Juni, Henry Lau kembali aktif di industri hiburan Korea dengan menghadiri program hiburan JTBC “FLY to the Dance“, yang membawa para penari ke AS, rumah bagi tarian jalanan, untuk melakukan pertunjukan busking. Namun, ia mendapat tanggapan keras dari netizen setelah penjelasannya tentang kontroversi masa lalu.

Sebelumnya, Henry Lau memicu kontroversi setelah menyatakan dukungannya untuk Tiongkok. Pada 2018, di tengah sengketa wilayah Laut China Selatan, penyanyi tersebut secara terbuka mendukung ideologi “One China” dengan memposting peta “One China” di platform media sosial Weibo, serta mengenakan masker yang menyerupai bendera Tiongkok dengan tulisan “I love China” tercetak di atasnya. Di sini, “One China” pada dasarnya berarti bahwa hanya ada satu pemerintah Tiongkok yang sah, dan bahwa Hong Kong, Makau, dan Taiwan semuanya tidak dapat dipisahkan dari daratan Tiongkok.

Sekitar waktu yang sama, acara “Street Dance of China 4” memperkenalkan hanbok Korea dan lagu tradisional Arirang sebagai “musik dan kostum rakyat China”. Hal tersebut menimbulkan gelombang kritik dari pihak Korea.

Dikutip dari Wowkeren, pada Sabtu 4 Juni, ketika ditanya tentang kontroversi, Henry Lau berkata, “Beberapa bulan terakhir adalah waktu tersulit dalam hidupku. Aku sangat marah ketika aku mendengar kata-kata umpatan dan kata-kata kotor. Aku tahan kalau semua itu diarahkan padaku, tapi aku tidak tahan kalau hal-hal buruk dikatakan kepada keluargaku. Aku sedih.”

Penyanyi itu juga menambahkan, “Aku pikir itu adalah berkah untuk dilahirkan di dunia ini. Itu sebabnya aku akan mencintai semua orang di dunia. Aku adalah orang yang ingin memberikan energi yang baik kepada banyak orang tanpa memandang kebangsaan atau gender melalui panggung dan musik. Aku harap Anda akan melihat di balik nasionalisme dan politik. Jadi aku ingin Anda berhenti sekarang.”

BACA JUGA  Aktor 'Game Of Thrones' Jack Gleeson dan Roisin O'Mahony Resmi Menikah

Namun, reaksi netizen terhadap penampilan dan kata-kata Henry Lau cukup pedas. Pertama-tama, Henry dikritik karena “bertindak seperti korban” dengan menekankan rasa sakit yang dideritanya, sementara mengabaikan mereka yang terluka oleh kontroversinya.

Selain itu, Henry meminta orang untuk melihat di balik politik, tetapi dialah yang mengobarkan masalah politik. Ada juga kritik bahwa ia memberikan terlalu banyak energi negatif melalui tindakan kontroversialnya untuk disebut sebagai “seseorang yang mencoba memberikan energi yang baik”, dan bahwa dengan mendukung “One China”, dia jauh dari “mencintai semua orang.”

Karena Henry gagal menunjukkan pengertian dan rasa hormatnya terhadap budaya lain dan sepertinya hanya peduli dengan Tiongkok, netizen mengatakan penyanyi itu harus kembali ke Tiongkok untuk bekerja dan menjauh dari Korea.

Pada titik ini, kritik telah menyebar ke tim produksi yang memasukkan Henry Lau dalam program tersebut, dan orang-orang mengungkapkan kebingungan tentang bagaimana tokoh kontroversial seperti Henry diundang ke acara tersebut. Program itu seharusnya tentang penari Korea yang bepergian ke luar negeri untuk mempromosikan tarian, kata mereka, dan Henry jauh dari deskripsi seperti itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3