Gunung Api Ruang di Sulawesi Utara Berpotensi Erupsi

- Advertisement -
Area Gunung Ruang dilarang didekati karena statusnya dinaikkan menjadi waspada. Hal itu disampaikan oleh Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.

“Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diharapkan tidak melakukan kegiatan atau memasuki area Gunung Ruang pada radius 1,5 kilometer dari kawah/puncak dan sektoral 2,5 kilometer pada sektor timur, tenggara, selatan dan barat daya,” kata Sub Koordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, Senin (18/04/2022).

Masyarakat juga diharapkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya abu vulkanik jika erupsi terjadi. Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Ruang diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan serta berharap selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

Pusat PVMBG-Badan Geologi, lanjut dia, akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Siau Tagulandang Biaro memberikan informasi tentang aktivitas Gunung ini.

Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro juga diajak berkoordinasi dengan PVMBG atau melalui Pos Pengamatan Gunung Api Ruang di Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang dalam memberikan informasi tentang aktivitas gunung api tersebut.

Berdasarkan catatan sejarah letusannya, potensi ancaman bahaya utama gunung ini berasal dari erupsi eksplosif yang disertai lontaran material piroklastik ke segala arah dan aliran piroklastik (awan panas) terutama ke arah timur, tenggara, selatan dan barat daya.

Dia menjelaskan, potensi bahaya letusan gunung ini berdasarkan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Ruang dibagi dalam tiga tingkatan, di mana KRB-III adalah kawasan yang selalu terancam aliran awan panas, aliran lava dan gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi dan berbahaya.

Kawasan ini juga selalu terancam hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) berukuran lebih dari enam sentimeter, kawasan yang berpotensi terlanda lontaran batu (pijar) ini berada pada radius sekitar 2,5 kilometer dari pusat erupsi.

BACA JUGA  Stevia, Calon Raksasa Ekspor Sulawesi Utara dan Tanaman Pengganti Gula

KRB-II adalah kawasan yang terancam aliran awan panas, aliran lava dan gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi dan berbahaya. kawasan ini selalu terancam hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) berukuran dua sampai enam sentimeter dan berada pada radius sekitar lima kilometer dari pusat erupsi.

Berikutnya, KRB-I adalah kawasan yang berpotensi terlanda hujan abu, kemungkinan dapat terlanda lontaran batu dan perluasan lahar/awan panas.

Kawasan ini juga berpotensi terlanda aliran lahar yaitu yang berada di sepanjang daerah aliran sungai/di dekat lembah sungai atau di bagian hilir sungai yang berhulu di daerah puncak, area yang berpotensi dilanda lontaran batu ini berada pada radius tujuh kilometer dari pusat erupsi.

Status Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara dinaikkan dari normal (level I) menjadi waspada (level II) setelah terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam yang teramati sejak tanggal 7 April 2022.

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Must Read

Gaya Hidup

Alami Rambut Berminyak, Ketahui Cara Mengatasinya

Rambut berminyak sering kali terlihat kusam, mengilap, dan susah diatur. Hal ini tentu membuat Anda alami tidak nyaman dan terganggu. Namun, Anda tidak perlu...

Peristiwa

Ayah, Anak, dan Nenek Ditemukan Tewas Akibat Longsor Cijeruk

Tiga korban longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berhasil ditemukan Tim SAR dalam kondisi meninggal dunia pada...

Hukum

6 Kali Masuk Penjara, Begal di Rejang Lebong Tewas Ditembak Polisi

Seorang pria yang berinisial AS alias Andi Oleng warga Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup, meninggal dunia usai mendapat perawatan akibat luka tembak yang diterimanya...