G7 Sepakat untuk Menetapkan Batas Harga Minyak Rusia Sebelum 5 Desember

Kelompok tujuh negara dengan ekonomi terkaya (G7) berniat untuk memiliki mekanisme pembatasan harga pada ekspor minyak Rusia pada 5 Desember, ketika sanksi Uni Eropa yang melarang impor minyak mentah Rusia melalui laut mulai berlaku, kataseorang  pejabat , Rabu (27/7).

“Tujuannya di sini adalah untuk menyelaraskan dengan waktu yang telah ditetapkan UE. Kami ingin memastikan bahwa mekanisme pembatasan harga berlaku pada saat yang sama,” kata pejabat yang meminta tidak disebutkan namanya itu.

G7 – Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Jerman, Prancis, Italia dan Inggris – mengatakan bulan lalu mereka akan mempertimbangkan untuk menetapkan batas harga minyak mentah Rusia untuk mengekang pendapatan minyak yang digunakan Moskow untuk membiayai invasinya ke Ukraina.

Sejak itu ada upaya untuk membawa China dan India, yang sudah membeli minyak Rusia dengan harga lebih murah dari harga pasar.

“Kami telah mendengar dari sejumlah negara Asia yang tertarik untuk bergabung dengan koalisi atau lebih memahami titik harga di mana harga akan ditetapkan untuk memperkuat tangan mereka dalam negosiasi dengan Rusia mengenai kontrak masa depan,” kata pejabat G7.

Harga yang ditetapkan oleh G7 akan dipublikasikan untuk alasan itu, katanya.

China dan India tertarik dengan gagasan untuk meminimalkan biaya impor minyak mereka karena mereka khawatir tentang dampak anggaran melalui harga eceran yang sering disubsidi dan inflasi, kata pejabat itu.

G7 ingin harga minyak mentah Rusia ditetapkan oleh anggota kartel pembeli pada tingkat di atas biaya produksi Rusia, sehingga memberikan insentif bagi Kremlin untuk terus memompa, tetapi harhanya  di bawah harga pasar tertinggi saat ini.

Dengan cara ini, Rusia akan menghadapi pilihan sulit antara setuju untuk menurunkan harga, tetapi berkelanjutan atau kehilangan pendapatan setelah embargo minyak mentah UE mulai berlaku pada bulan Desember.

BACA JUGA  VKS Hancurkan 80 Tentara Bayaran Polandia di Konstantinovka

Pejabat itu mengatakan Rusia akan mengalami kesulitan menjual minyak mentahnya di tempat lain karena sanksi Uni Eropa mempertimbangkan larangan semua layanan keuangan yang terhubung dengan perdagangan minyaknya, termasuk asuransi, reasuransi dan pembiayaan kargo dan kapal.

Iklan 7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

3 Cara Cerdas Membuat Lilin Tahan Lama

Lilin merupakan sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak...

Peristiwa

Angin Puting Beliung sebabkan Pohon Tumbang hingga Kuburan Terbongkar di Pematangsiantar

Bencana angin puting beliung menerjang Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah pohon tumbang yang menyebabkan kuburan warga terbongkar. Dampak angin puting beliung tersebut, kompleks permakanan,...

Hukum

Pesta Sabu, 4 Pria di Pesawaran Ditangkap Polisi

Jajaran unit satnarkoba Polsek Gadingrejo menggerebek sebuah lokasi yang diduga mengadakan pesta narkoba di dua lokasi berbeda di pekon Gadingrejo Utara. Sebanyak empat pria...

Iklan 6