Festival Loloan Jaman Lame Diadakan di Bali

Kegiatan festival loloan jaman lame yang memperagakan permainan anak zaman dulu. Acara tersebut diadakan di salah satu upaya pelestarian budaya Loloan ini, digelar selama tiga hari ada akhir pekan mulai 29-31 Juli 2022.

Festival yang digelar menyambut perayaan 1 Muharram 1444 H, persiapan sudah mulai terlihat, berbagai kegiatan yang bernuansa seni budaya tempo dulu seperti pawai obor hingga acara budaya Loloan Jaman Lame akan digelar.

Persiapan yang dilakukan oleh warga dan para remaja Loloan sangat antusias menyambut perayaan ini. Salah satu yang terlihat unik dipersiapkan yakni mainan tempo dulu berupa cikar-cikaran atau disebut mobil-mobilan jaman sekarang.

Seperti yang diungkapkan Hariono (40) salah satu warga Loloan Timur menuturkan, sejak empat hari lalu, sudah membuat mainan cikar-cikaran berbahan bambu itu lebih dari 50 buah.

“Ini tradisi anak anak Loloan. Namanya cikar-cikaran, kalau bahasa modern mobil mobilan,” kata Hariono di jalan Gunung Agung Loloan Timur.

Menurutnya, mainan cikar-cikaran ini merupakan permainan sejak tempo dulu dari nenek moyang di kampung Loloan. “Saya waktu kecil juga bermain ini. Sekarang saya buat untuk anak anak Loloan acara festival besok,” ujarnya.

Mainan kuno ini, lanjut Hariono, terbuat dari ranting bambu yang dirakit menyerupai mobil-mobilan. Kemudian di atas cikar-cikaran dipasang lentera yang terbuat dari botol bekas minuman diisi sumbu sebagai tempat nyala api. Sedangkan untuk rodanya menggunakan bahan dari sandal bekas atau dari kulit jeruk Bali. “Semuanya dari bahan alami. Bambu saya cari di kebun,” ungkapnya.

Banyaknya warga terutama anak anak, yang tertarik terhadap mainan cikar – cikaran menjadi peluang bisnis bagi beberapa warga, salah satunya Ahmad Rifa’i (33) mengaku menerima banyak pesanan untuk membuat mainan tradisional cikar – cikaran.

Dalam sehari ia mengaku mampu membuat mainan ini sebanyak 7 buah. Untuk harga dibanderol Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per buah tergantung dari ukuran pesanan. “Itu harga tanpa lentera. Jelang festival ini, sudah lebih dari 20 buah yang saya jual,” ujarnya.

Permainan cikar-cikaran ini nantinya akan diikutkan dalam rangkaian pawai obor yang digelar pada Jumat (29/7/2022).

Sementara, Ketua Panitia Festival Budaya Loloan Jaman Lame Ainur Rofiqi (22) mengatakan, festival Loloan Jaman Lame yang akan dipusatkan di sepanjang jalan Gunung Agung, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana, akan menyuguhkan berbagai atraksi serta pementasan budaya khas Loloan jaman dulu.

“Persiapan sudah 80 persen. Besok dimulai dengan pawai obor mengelilingi kampung Loloan,” katanya.

Sebanyak 15 stan Festival Budaya Loloan Jaman Lame tahun ini, masyarakat bisa melihat seperti apa budaya Loloan tempo dulu.

“Tujuannya, menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H dan bagian dari melestarikan budaya Loloan, dan mengedukasi generasi remaja sekarang untuk selalu bisa mengingat sejarah seni dan budaya di Loloan jaman dulu,” jelasnya.

Di antaranya permainan tradisional anak-anak Loloan, pencak silat, kesenian burdah, pameran barang antik, pengantin Loloan jaman dulu, diorama foto-foto jaman dulu, serta stan dapur jaman dahulu dengan ibu-ibu yang memperagakan cara memasak menggunakan alat alat tradisi Loloan tempo dulu.

“Membangkitkan tradisi cikar-cikaran dalam perayaan 1 Muharram 1444 H bisa mengenalkan tradisi yang hampir punah ini kepada anak-anak serta akan mampu melestarikan tradisi ini ke depannya,” tukasnya.

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

5 Tanda Dia Punya Hati Tulus Menyayangimu

Ketika di masa pendekatan, biasanya ada upaya untuk bisa saling mengenal satu sama lain. Selain itu, kita perlu meyakinkan ada hati yang tulus menyayangi sebelum melangkah...

5 Cara Redakan Rasa Marah

Peristiwa

Sebuah Mobil Terbalik di Setra Desa Adat Sidemen Bali

Sebuah mobil jenis Suzuki Splash dengan nomor polisi DK 1178 CU terbalik di setra (kuburan) Desa Adat Sukahet, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Rabu...

Hukum

Asyik Nyabu, Oknum Pegawai Honorer Dinas Pertanian Sumsel Digrebek

Polisi menggerebek seorang oknum pegawai honorer Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial RE (26) saat tengah asyik mengisap sabu. Petugas lapangan pertanian atau...

Iklan 6