Fakta Baru Tewasnya Brigadir J

Fakta baru kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J masih terus dilakukan oleh tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Komnas HAM dan Kompolnas sebagai pengawas eksternal Polri. Usai pekan lalu jenazah Brigadir J diekshumasi dan diautopsi ulang, tim khusus mengawali pekan ini dengan melakukan serangkaian investigasi ilmiah (scientific crime investigation) serta pemeriksaan saksi-saksi.

Pagi kemarin, Senin (1/8), sejumlah polisi mendatangi rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Mulai pagi hingga sore hari, penyidik berada di dalam kediaman jenderal bintang dua tersebut, yang merupakan lokasi tewasnya Brigadir J.

Komnas HAM juga menggelar konferensi pers untuk mengabarkan perkembangan investigasi independen yang dilakukan pihaknya. Berikut 8 fakta baru kasus penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo:

1. Tim Khusus Uji Balistik Selama 6,5 Jam

Baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E terjadi da;am waktu singkat. Namun proses uji balistik yang dilakukan Polri memakan waktu berjam-jam untuk membuat terang detik demi detik peristiwa baku tembak tersebut.

Berdasarkan informasi, tampak Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo ikut dalam tim ini. Rumah singgah Irjen Ferdy Sambo tampak masih dipasangi garis polisi.

Tim khusus tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Selain itu, sejumlah mobil polisi tampak berjejer di sekitar rumah Irjen Ferdy Sambo. Tim tersebut hendak mengecek sudut hingga jarak tembakan yang menewaskan Brigadir Yoshua.

“Jadi karena ini masih proses pendalaman, dari hasil uji balistik yang telah dilakukan oleh Labfor, nanti akan disampaikan. Makanya tadi saya sampaikan, dari jarak tembakan, sudut tembakan, kemudian sebaran pengenaan,” terang Irjen Dedi Prasetyo.

Dedi menjelaskan hasil pengecekan dari timsus akan disampaikan kepada publik secara lengkap. Dia meminta masyarakat bersabar.

“Saya minta untuk bersabar, karena timsus bekerja tetap mengedepankan, satu, ketelitian, kecermatan, dan kehati-hatian, karena kerja timsus nanti ini akan disampaikan secara komprehensif dan memiliki konsekuensi yuridis,” tuturnya.

Dedi mengatakan tim khusus baru pertama kali melakukan pendalaman terkait hasil uji balistik di rumah Irjen Sambo.

“Baru kali pertama untuk uji balistik dari hasil Labfor, kemudian didalami di TKP. Dengan melibatkan dari Inafis, Forensik, dan penyidik gabungan,” ujarnya.

2. Tim Khusus Pasang Pemindai di TKP

Timsus Polri memasang pemindai di balkon lantai dua rumah Irjen Sambo. Seperti dilansir Antara, salah satu anggota tim khusus Polri berpakaian putih memasang pemindai tersebut di balkon sekitar pukul 12.45 WIB.

Pemindai tersebut memiliki panjang 1,5 meter dan dipasang selama kurang lebih 15 menit di balkon. Lampu yang dinyalakan dari lantai atas dipadamkan menjelang siang hari.

Pada pukul 11.42 WIB, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Agus Harianto meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan menaiki mobil.

3. Ajudan-ART Ferdy Sambo Diperiksa Komnas HAM

Ajudan dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo datang ke Komnas HAM. Mereka dimintai keterangan terkait kasus baku tembak antara Bharada E dan Brigadir Nofriyansah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Pantauan detikcom di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, pukul 10.16 WIB, terlihat ADC dan pengurus rumah tangga Irjen Ferdy Sambo tiba di lokasi. Mereka tampak dikawal personel kepolisian.

Terlihat salah satu ajudan yang pekan lalu diperiksa juga datang menggunakan kaus dan topi hitam. Ada juga seorang wanita yang menggunakan baju putih dan kerudung hitam ikut dalam rombongan itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan juga mendatangi kantor Komnas HAM. Kedatangannya bertujuan mendampingi pemeriksaan terhadap ajudan dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo.

Ramadhan tiba di kantor Komnas HAM pukul 11.22 WIB. “Iya dampingi,” ujar Ramadhan.

Ramadhan belum mengungkap berapa ajudan dan pengurus rumah tangga yang diperiksa Komnas HAM hari ini. Dia menyebut nanti akan disampaikan kepada publik.

“Nanti akan disampaikan (jumlah ART dan ajudan),” papar Ramadhan.

4. LPSK Jadwalkan Bharada E Asesmen Pekan Ini

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bakal melakukan asesmen lanjutan terhadap Bharada E yang diduga terlibat baku tembak menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Asesmen lanjutan bakal digelar LPSK minggu ini.

“Masih akan dilanjutkan minggu ini. Karena masih ada model atau cara pemeriksaan psikologis lainnya,” kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi.

Edwin mengatakan asesmen yang telah dilakukan terhadap Bharada E belum lengkap. Namun, dia tak menjelaskan detail kapan Bharada E akan menjalani asesmen ulang.

“Belum tuntas semua. Tidak bisa kami sampaikan (tanggal pemeriksaan),” ujrnya.

Edwin juga mengatakan hasil pemeriksaan yang telah dijalani Bharada E pekan lalu belum keluar. LPSK masih menunggu hasil dari psikolog.

“Belum (hasil asesmen pekan lalu), nanti psikolog akan sampaikan laporan pemeriksaannya kepada LPSK,” ujarnya.

5. Petugas PCR dan Sopir Ferdy Sambo Diperiksa Bareskrim

Bareskrim memeriksa petugas PCR dan sopir Irjen Ferdy Sambo. Petugas PCR yang dimaksud berasal dari laboratorium Smart Co.

“Petugas Smart Co Lab yang melakukan PCR dan sopir IJP FS (Irjen Ferdy Sambo) saat hari kejadian,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian saat dimintai konfirmasi.

Sekedar informasi, Sambo disebut melakukan tes PCR saat kejadian baku tembak di rumah pribadinya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Komnas HAM sendiri menyebut Sambo berbeda rombongan dengan sang istri, Brigadir Yoshua dan Bharada E, saat melakukan tes PCR.

Selanjutnya, Andi mengatakan pemeriksaan dilakukan di gedung Bareskrim Polri.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan timnya telah mendapatkan hasil PCR yang dimaksud. Menurut Anam, petugas PCR itu bukan dari pihak kepolisian.

“Kami memang mendapatkan hasil PCR walaupun petugas PCRnya pada kesempatan tadi belum sempat untuk datang. Kita maklumi memang dia swasta bukan anggota kepolisian sehingga memang prosesnya harus, apa namanya, lebih bisa berkomunikasi gitu. Nah itu tadi yang nggak datang dari sekian yang kita panggil dari ADC datang, dari ART datang, dari petugas PCR tidak datang,” kata Anam.

“Namun demikian, kami mendapatkan hasil PCR-nya,” imbuhnya.

6. Komnas HAM Klaim Investigasinya Maju Signifikan

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan Komnas HAM meminta keterangan dari ajudan dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo. Dia mengatakan Komnas HAM mendapat kemajuan yang signifikan dalam penyelidikan tewasnya Brigadir Yoshua.

“Kami mendapat kemajuan yang cukup signifikan. Kenapa signifikan? Karena melengkapi keterangan yang sudah disampaikan minggu lalu oleh ADC lain,” kata Beka dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan Komnas HAM juga mendapat bukti tambahan soal tes PCR di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo. Dia juga menyebut pemeriksaan tersebut melengkapi soal kerangka waktu peristiwa.

“Soal kerangka waktu yang dikerjakan atau dilakukan oleh orang-orang tersebut, oleh pihak-pihak yang kami periksa,” ucapnya.

7. Istri Ferdy Sambo Kembali Absen Asesmen di LPSK

Pengacara istri Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis, mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dia mengatakan kedatangannya untuk menjelaskan kondisi psikologis istri Irjen Ferdy Sambo.

Irjen Ferdy Sambo kembali absen asesmen LPSK hari ini. Arman pun membawa tiga psikolog untuk menjelaskan istri Irjen Ferdy Sambo kepada LPSK.

“Berdasarkan hasil komunikasi atau konsultasi kami dengan psikolog, makanya kami meminta psikolog hadir mendampingi untuk menjelaskan kondisi klien kami yang saat ini masih keadaan terguncang dan trauma berat,” kata Arman Hanis di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur.

Menurut Arman, LPSK akan terus melakukan prosedur yang berlaku. Dia mengatakan istri Irjen Ferdy Sambo merupakan korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual oleh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

“Tadi kami sampaikan bahwa hari ini belum memungkinkan untuk hadir. Perlu saya tegaskan bahwa klien kami adalah korban, korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual,” katanya.

8. Komnas HAM Periksa Senjata Brigadir J-Bharada E Besok

Komnas HAM menjadwalkan pemeriksaan balistik hingga senjata Brigadir J dan Bharada E pada Rabu (3/8) besok. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan pemeriksaan kasus tewasnya Brigadir J dilanjutkan Rabu (3/8) karena pada Selasa (2/8) akan ada agenda internal Komnas HAM.

“Hari Rabu besok, kami mengagendakan meminta keterangan terkait balistik. Jadi terkait peluru, penggunaan senjata, seputaran itu yang akan kami lakukan hari Rabu,” tutup Beka. (Kay)

Iklan 7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

3 Cara Cerdas Membuat Lilin Tahan Lama

Lilin merupakan sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak...

Peristiwa

Angin Puting Beliung sebabkan Pohon Tumbang hingga Kuburan Terbongkar di Pematangsiantar

Bencana angin puting beliung menerjang Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah pohon tumbang yang menyebabkan kuburan warga terbongkar. Dampak angin puting beliung tersebut, kompleks permakanan,...

Hukum

Pesta Sabu, 4 Pria di Pesawaran Ditangkap Polisi

Jajaran unit satnarkoba Polsek Gadingrejo menggerebek sebuah lokasi yang diduga mengadakan pesta narkoba di dua lokasi berbeda di pekon Gadingrejo Utara. Sebanyak empat pria...

Iklan 6