Dukcapil dan KPU Sepakat Tuntaskan Data Pemilih 2024

- Advertisement -
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, (Ditjen Dukcapil Kemendagri), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyepakati kerja sama dalam penuntasan masalah data pemilih Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/5/2022).

“Selama 2 hari kami bangun kembali chemistry, dan itu sudah kami dapat,” katanya. Menurut Zudan, untuk menyelesaikan data pemilih harus saling sinergi dan kolaborasi.

​Zudan menegaskan kerja sama dilakukan secara terpusat pada satu titik, di Ditjen Dukcapil Kemendagri dalam tuntaskan data pemilih.

“Data dari Ditjen Dukcapil kemudian diberikan ke KPU, selanjutnya ke KPUD dengan pemutakhiran data setiap 6 bulan sekali,” katanya

Zudan menyatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M.Tito Karnavian mendorong dukcapil selalu proaktif memutakhirkan data penduduk pada Pemilu 2024.

Zudan memastikan dinas dukcapil di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota telah dan terus bekerja keras agar seluruh warga Indonesia merekam data KTP elektronik.

Zudan menambahkan pihaknya  melakukan program Jebol (Jemput Bola) mendatangi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, para lansia, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), ke lapas, dan suku adat terpencil untuk merekam KTP elektronik di berbagai daerah.

Bahkan, para aparatur dukcapil rela tetap bertugas saat diminta bekerja saat hari libur.

Padahal, kata Zudan, tak ada anggaran lembur bagi ASN dukcapil.

“Dukcapil rutin melakukan program Jebol saat ada pilkada atau tidak ada pilkada. Ini karena memang jiwa kawan-kawan dukcapil yang ingin terus memberikan layanan yang proaktif,” kata  Zudan.

Zudan menilai ada progres yang baik, yakni KPU kabupaten/kota yang tak perlu lagi meminta data daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) ke dinas dukcapil daerah.

Dikemukakan pula alasannya bahwa jika pemutakhiran pada bulan Januari, datanya bisa terkoreksi pada bulan Februari, data Februari bisa terkoreksi pada bulan Maret.

BACA JUGA  Anwar Usman: MK Lakukan Persiapan Jelang Pemilu Serentak 2024

“Data Januari hingga Mei bisa dijadikan satu pada bulan Juni. Pemutakhiran data cukup per 6 bulan terlebih dahulu, sampai nanti masa penyiapan daftar pemilih sementara hingga ke daftar pemilih tetap,” kata  Zudan.

Menjelang tahapan pemilu 2024 yang dimulai 14 Juni 2022, Zudan juga menyambut baik upaya membangun kembali rasa saling bertaut dan terkoneksi antara KPU dan Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Upaya itu pun ditandai dengan saling bersilaturahmi anggota KPU ke Kantor Ditjen Dukcapil, Rabu (11/5/2022).

Pada hari Kamis (12/5/2022), giliran  Zudan beranjangsana ke Kantor KPU RI bertemu dengan Ketua Hasyim Asy’ari dan anggota KPU Yulianto Sudrajat, Betty Epsilon Idroos, Idham Holik, Muhammad Afifuddin, dan August Mellaz.

Sementara itu, Ketua KPU RI  Hasyim Asyari juga sepakat untuk secara dini terus berkoordinasi dengan dukcapil, memetakan masalah serta solusinya bersama-sama.

“Pertemuan ini sangat baik untuk mendapatkan pemahaman yang sama antara Dukcapil dan KPU mengenai masalah, solusi, dan langkah strategis lainnya,” kata Hasyim, dilansir dari laman InfoPublik.

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Must Read

Gaya Hidup

Alami Rambut Berminyak, Ketahui Cara Mengatasinya

Rambut berminyak sering kali terlihat kusam, mengilap, dan susah diatur. Hal ini tentu membuat Anda alami tidak nyaman dan terganggu. Namun, Anda tidak perlu...

Peristiwa

Truk Engkel Alami Pecah Ban hingga Terguling di Tol Purwodadi-Malang

Kecelakaan tol kembali terjadi, Sebuah truk pecah ban terlibat kecelakaan di Tol Purwodadi-Malang Km 68+A atau arah Surabaya-Malang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan...

Hukum

Novel Baswedan Bersedia Tangkap Harun Masiku, Apabila KPK Tidak Mampu Menangkap

Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan bersedia memberikan bantuan kepada KPK untuk mencari Harun Masiku. Harun sendiri merupakan politikus PDIP yang...