Dua Bersaudara Ditangkap Usai Beli Sabu di Lombok

Dua bersaudara berinisial AB (23) dan AS (29) ditangkap polisi saat mengambil sabu di salah satu pengedar di Kota Mataram. Mereka berasal dari Dusun Batu Putih Utara, Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

“Jadi AS ini memberitahukan saudaranya lokasi mengambil sabu. Dia bukan membimbing saudaranya malah diajarkan dan dijerumuskan ke dalam peredaran barang terlarang,” kata Wakapolresta Mataram, AKBP Syarif Hidayat, saat konferensi pers di Mapolres Kota Mataram, Jumat (5/8/2022).

Menurut keterangan Syarif, pelaku AB dibekuk di Jalan Batu Kuta Narmada. Sedangkan AS dibekuk di kediamannya kemarin.

“Jadi AB ini yang kita amankan dahulu. Kemudian mengarah ke AS. Kita juga amankan sabu seberat 1 gram yang sudah diterima oleh AB dari salah saru pengedar di Kota Mataram,” katanya.

Menurut AB, dia membeli sabu usai mendapat kontak pengedar dari saudaranya inisial AS.

“Saya diajakin kakak saya. Kemudian saya ambil di Mataram,” kata AB yang baru lulus kuliah tersebut.

Menurut AB, baru kali ini ia menggunakan sabu karena ajakan kakaknya. Selama ini dia pun memang belum pernah memesan sabu di pengedar di Kota Mataram.

“Ya karena penasaran. Diajak juga,” kata AB.

Di sisi lain, AS membantah telah mengajak AB menggunakan sabu. AS malah mengaku bahwa AB lah yang meminta kontak pengedar sabu tersebut.

“Jadi dia minta nomor orang itu untuk dipakai di tempat lain. Mungkin dia akan ambilin temannya sabu. Dia kan nanya dulu ke saya dimana beli sabunya,” kata AS.

Mentan juara rider road race lokal kelas 115 cc itu pun mengaku telah lama menggunakan sabu di kediamannya. Dia hanya menggunakan sabu saat sedang penat.

“Saya tidak berniat jerumuskan adik saya untuk memakai sabu. Karena memang saya juga tidak tahu kalau dia makai sabu kan,” kata AS.

Menurutnya, AS tidak pernah mengedarkan sabu. Bahkan, kata AS, istrinya pun tidak mengetahui dia menggunakan sabu di kediamannya.

“Keluarga juga nggak tahu. Saya sekarang menyesal,” ujarnya.

Kini kedua pelaku AB dan AS diamankan untuk dimintai keterangan lanjutan. AB dan AS pun dijerat pasal 112 undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

5 Tanda Dia Punya Hati Tulus Menyayangimu

Ketika di masa pendekatan, biasanya ada upaya untuk bisa saling mengenal satu sama lain. Selain itu, kita perlu meyakinkan ada hati yang tulus menyayangi sebelum melangkah...

5 Cara Redakan Rasa Marah

Peristiwa

Sebuah Mobil Terbalik di Setra Desa Adat Sidemen Bali

Sebuah mobil jenis Suzuki Splash dengan nomor polisi DK 1178 CU terbalik di setra (kuburan) Desa Adat Sukahet, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Rabu...

Hukum

Asyik Nyabu, Oknum Pegawai Honorer Dinas Pertanian Sumsel Digrebek

Polisi menggerebek seorang oknum pegawai honorer Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial RE (26) saat tengah asyik mengisap sabu. Petugas lapangan pertanian atau...

Iklan 6