Driver Maxim Hina Suku Lampung Divonis 8 Bulan

Seorang pria yang bernama Hadi Saputra (37) tahun, driver ojek maxim warga Telukbetung Selatan, Lampung harus berurusan dengan polisi dan kini akhirnya divonis delapan bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada Kamis (21/4).

Ketua Majelis Hakim, Hendri Irawan, menyampaikan Hadi terbukti bersalah melanggar Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hadi Saputra dengan pidana penjara selama 8 bulan,” tutur Hendri saat membacakan putusan

Hal yang memberatkan putusan terdakwa dapat menimbulkan konflik antar suku khususnya di Lampung. Sedangkan hal yang meringankan, Hadi bersikap sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya di persidangan.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Moh. Rifani Agustam yakni satu tahun penjara.

Perbuatan terdakwa itu bermula pada 17 Januari 2022, terdakwa yang bekerja sebagai driver ojek Maxim mendapatkan pesanan jasa ojek. Namun, tidak dilakukan melalui aplikasi (Offline). Pria tersebut meminta diantarkan ke daerah Cosmo Palapa.

Untuk itu, terdakwa dan konsumennya itu sepakat dengan biaya jasa Rp 10 ribu.

Saat di lokasi, pemesan ojek membayar menggunakan uang pecahan Rp 20 ribu. Namun, saat itu terdakwa tidak memiliki kembalian dan meminta dibayarkan dengan uang pas. Namun, konsumennya hanya memberikan uang kepada terdakwa sebesar Rp 5.000. Hal itu memicu cekcok dan terdakwa pergi meninggalkan laki-laki tersebut.

Keesokan harinya terdakwa mengaktifkan aplikasi Taxsee Driver (aplikasi khusus pengguna mitra/driver online yang bekerjasama dengan Maxim) dengan menggunakan akun miliknya dan mengunggah kalimat “Dpet pnumpang suku lampung, bayarnya kurang dasar suku lampung buyan tukang begal bejad”. Tulisan itu dilayangkan dalam bilah obrolan perbincangan umum dalam aplikasi tersebut.(Kay)

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Nirina Zubir Akui Tak Gentar Meski Riri Khasmita Bawa Banyak Kuasa Hukum

Nirina Zubir masih berjuang di kasus mafia tanah yang menimpa dirinya dan keluarga. Seperti diketahui, Mantan Asisten Rumah Tangga (ART) ibu Nirina, Riri Khasmita...

Gaya Hidup

Ketahui Penyebab Kutu Rambut dan Cara Penularannya

Penyebab kutu rambut adalah parasit yang hidup dan berkembang biak di kulit kepala. Parasit ini bisa menular dari satu orang ke orang lainnya melalui...

Peristiwa

Ribuan Pembudidaya Ikan Hias di Tulungagung Gulung Tikar

Harga ikan hias yang anjlok sejak beberapa bulan lalu di pasaran menyebabkan ribuan pembudidaya ikan hias di Tulungagung gulung tikar dan berbondong-bondong beralih ke...

Hukum

Densus 88 Amankan Panah saat Penggeledahan Kos Simpatisan ISIS di Kota Malang

Seorang pria terduga simpatisan ISIS diamankan Densus 88 Antiteror di Kota Malang. Pria tersebut diamankan di sebuah tempat kos di di Perum Dinoyo Permai,...