Dikabarkan Hilang Jumat Petang, Korban Ditemukan dalam Keadaan Mengapung di Sungai Mahakam

Seorang anak bernama M Nurwahid yang dinyatakan hilang tenggelam di sungai mahakam tepatnya di belakang galangan kapal Jalan Haji Jahra, RT.12, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang pada Jumat (5/8) petang akhirnya ditemukan. Sayangnya anak tersebut ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Anak berusia 9 tahun yang hilang itu ditemukan Tim Search and Rescue (SAR) dalam kondisi meninggal dunia Minggu (7/8/2022) pagi tadi sekitar pukul 10.40 WITA setelah dilakukan pencarian selama dua hari.

Jasad Nurwahid ditemukan mengambang oleh Tim SAR Gabungan saat melakukan penyisiran dan sebagian tim lain berjaga atau stand by.

Namun saat stand by anggota tim melihat jasad Nurwahid mengambang dekat kapal dan hanyut perlahan yang membuat tim bergegas melakukan evakuasi. Saat itu posisi Nurwahid tertelungkup dan masih mengenakan pakaian lengkap.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Melkianus Kotta melalui Koordinator Basarnas Samarinda Dwi Adi Wibowo menjelaskan terkait penemuan jasad Nurwahid yang hilang tersebut.

“Ada anggota tim SAR Gabungan berteriak saat melihat dan ternyata ciri-cirinya sama mengenakan pakaian kaos putih keabu-abuan dan celana hitam. Jarak ditemukan sekitar 60 meter dari lokasi tenggelam,” ujar Melki dilansir dari korankaltim.com, Minggu (7/8/2022).

Jasad Nurwahid langsung dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulans milik relawan di Jalan Bung Tomo Gang 4, Kelurahan Sungai Keladang, Kecamatan Samarinda Seberang.

“Permintaan dari keluarganya sebelum ditemukan minta dibawa ke rumah duka. Kalau kami kan setelah evakuasi ya kami menyerahkan ke pihak keluarga langsung maunya mereka seperti apa,” tuturnya.

Diketahui hariJumat sore lalu jelang salat Maghrib, Nurwahid bersama dua temannya sedang bermain sepeda di dekat lokasi kejadian. Saat melihat air Sungai Mahakam surut, Nurwahid berniat berenang dan langsung menceburkan diri ke sungai di belakang galangan kapal bersama dua temannya tersebut.

BACA JUGA  Penumpang yang Hilang di Perairan Pulau Teor, Maluku Belum Ditemukan

Hanya saja menurut keterangan Riski, teman almarhum, Nurwahid berenang terlalu ketengah sehingga terseret ombak.

“Dia sempat minta tolong tapi setelah itu hilang,” ungkap Riski.

Setelahnya Riski melapor kepada beberapa pekerja di galangan kapal dan kepada Eko Pamuji, bapak Nurwahid yang saat tiba di lokasi hanya bisa terdiam memandang Sungai Mahakam dengan raut wajah sedih.

Kini harapan Eko bertemu anaknya dalam kondisi hidup pupus sudah setelah Nurwahid dipastikan meninggal dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...

Gaya Hidup

5 Manfaat Masker Lemon untuk Wajah dan Cara Membuatnya

Masker lemon bisa menjadi salah satu pilihan masker alami untuk menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C yang tinggi membuat masker ini dipercaya dapat mencegah...

Peristiwa

Tragedi Kanjuruhan, Bocah 11 Tahun Ditinggal Orangtuanya Meninggal Terinjak

Pasangan suami istri (pasutri) bernama M Yulianto (40) dan Devi Ratna Sari (30) meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Jenazah keduanya dimakamkan dalam...

Hukum

Diretas, Twitter Polsek Srandakan Cuit Tak Pantas soal Tragedi Kanjuruhan

Komentar tak pantas atau nirempati dari akun Twitter Polsek Srandakan, Kabupaten Bantul, terkait tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, viral di media sosial. Akun Twitter...

Iklan3