China Batasi Perdagangan dengan Taiwan, Terkait Kedatangan Pelosi

China telah membatasi perdagangannya dengan Taiwan di tengah meningkatnya ketegangan atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi ke pulau yang diperintah secara demokratis itu.

Kementerian Perdagangan China mengatakan dalam sebuah pemberitahuan pada hari Rabu bahwa pihaknya telah menghentikan ekspor pasir, bahan utama yang digunakan dalam konstruksi, dan menangguhkan impor buah jeruk Taiwan dan beberapa jenis ikan.

Kantor Urusan Taiwan China secara terpisah mengumumkan akan melarang perusahaan dan individu China daratan melakukan transaksi keuangan dengan dua yayasan Taiwan, Yayasan Demokrasi Taiwan dan Dana Kerjasama dan Pembangunan Internasional Taiwan.

Pengumuman itu datang ketika Pelosi melakukan kunjungan tingkat tinggi ke Taiwan meskipun Beijing memperingatkan “konsekuensi serius” jika politisi veteran Demokrat itu melakukan perjalanan ke Taiwan.

Langkah-langkah perdagangan mengikuti pemberitahuan oleh agen bea cukai China pada hari Senin bahwa mereka telah memasukkan lebih dari 100 merek makanan Taiwan ke daftar hitam karena gagal memperbarui pendaftaran ekspor mereka.

Wu Shou-Mei, direktur jenderal Administrasi Makanan dan Obat-obatan Taiwan, mengatakan langkah semalam mungkin bermotif politik karena produsen Taiwan diperlakukan berbeda dari yang dari tempat lain, kutipan dari Taipei Times.

perdagangan
Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan meskipun ada peringatan “konsekuensi serius” oleh Beijing. Photo: Sam Yeh/AFP

China tahun lalu melarang impor nanas Taiwan dengan alasan kekhawatiran “keamanan hayati”,   sebagai upaya untuk menekan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang telah berusaha untuk meningkatkan hubungan Taiwan dengan luar negeri.

China telah dituduh menggunakan perdagangan sebagai senjata dalam beberapa tahun terakhir, dengan Australia dan Lithuania melihat ekspor mereka terkena tarif dan pembatasan lainnya setelah terlibat dalam perselisihan dengan Beijing.

Alicia García-Herrero, kepala ekonom Asia Pasifik di Natixis di Hong Kong, mengatakan penangguhan impor buah dan ikan akan memiliki efek yang dapat diabaikan pada ekonomi Taiwan, tetapi menghentikan ekspor pasir dapat memiliki dampak yang signifikan karena konstruksi telah menjadi sumber penting pertumbuhan ekonomi selama pandemi.

BACA JUGA  Mantan Pilot Militer AS yang Bekerja di China Ditangkap di Australia

“Ada kekurangan pasir dan kerikil selama beberapa waktu di Taiwan,” kata García-Herrero seperti dikutip Al Jazeera.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Warga Pesisir Selatan Ditemukan Gantung Diri Gunakan Kain Panjang

Nur Afendi panggilan Pendi yang berusia 18 tahun, Warga Kampung Sinjalai Sei. Sirah Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan ditemukan gantung diri dengan...

Hukum

Sakit Hati, Pemuda di Bekasi Bunuh Kekasih Baru Mantan Pacar

F (19) tahun, Seorang pemuda di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menusuk pemuda yang berinisial R (20) tahun. Penusukan itu menewaskan R. Polisi mengungkapkan R berpacaran...

Iklan3