Catwalk Ala Citayam Fashion Week di Pariaman, Warganet Sebut Bikin Malu!

Demam catwalk jalanan ala Citayam Fashion Week telah menyasar ke berbagai daerah di Sumbar. Setelah Bukittinggi dan Kota Padang, kini peragaan busana menggunakan sarana jalan itu juga menyasar remaja Kota Pariaman.

Tabuik Fashion Week, begitu ajang Catwalk tersebut dilabel dan berlangsung di dua lokasi sekaligus. Informasi ini pun ramai di jagat media sosial Instagram.

Peragaan busana jalanan di Kota Pariaman ini berlangsung di depan Balai Kota dan Simpang Tabuik. Berdasarkan penelusuran, Ajang tersebut ramai digandrungi remaja pada Sabtu (30/7) kemarin.

Ada berbagai jenis busana yang diperagakan. Mulai dari pakaian sehari-hari hingga pakaian adat Minangkabau. Dengan diiringi musik remix ala diskotik, para remaja ini tampak berlenggak di jalanan.

Alih-alih mendapat apresiasi, aksi para remaja yang meniru tren di SCBD, Jakarta Pusat itu malah dikecam warganet.
Berdasarkan informasi @pariaman24jam, banyak warganet memberikan komentar negatif.
Komentar ini dibarengi dengan asumsi pengaruh LGBT, tidak cocok dengan budaya Minang hingga dianggap bikin malu.
Berikut beberapa tanggapan warganet di kolom komentar salah satu unggahan di akun @pariaman24jam.
“Menggadaikan rasa MALU hanya demi VIRAL, KONYOL,” tulis akun @ianramadhi.
“Lah mulai hilang minang e…” tulis akun @rifvolaxsmana.
“Eeee jgan lah dikuik2 plo gaya2 urang lua tuuu.jago lah adat ahlak di kmpuang bia sllu trjago,klo ado yg membela smo ajo nyo ikuik mrusak kan ahlak di kmpuang,” tulis akun @adewahyumaputra.
“Malu wk sebagai urang Pariaman,awak punyo adaik broo,” tulis akun @rizki_vito78.
Selain itu, bahkan ada pula warganet yang meminta Wali Kota Pariaman, Genius Umar bertindak.
“Tolong pak @geniusumar jangan seolah2 memberikan pentas pada mereka..” tulis akun @nurleny.hardian.
“Tolong pak wako @geniusumar @drlucyanel jan sampai, rusak lo generasi piaman,” tulis akun @r_efendhy.
Dimulai dari Wali Kota
Aksi peragaan busana di Kota Pariaman ini sebenarnya bisa dimahfum. Sebab, telah dimulai oleh Wali Kota Pariaman sendiri.
Wali Kota Pariaman, Genius umar sebelumnya sempat ikutan menjajal zebra cross catwalk.

Hal itu ia lakukan kala berkunjung ke DKI Jakarta bersama istri pada Sabtu (23/7) lalu.

Genius Umar menjajal catwalk ini dalam rangka memenuhi undangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ia diundang oleh Anies untuk menghadiri peresmian Jakarta Internasional Stadium (JIS), Minggu (24/7).

“Sebelum menghadiri undangan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk peresmian Jakarta Internasional Stadium (JIS) besok,” katanya.

“Hari ini saya mencoba sesuatu yang lagi viral di Jakarta, yaitu Citayam Fashion Week di Kawasan SCBD ini,” imbuhnya.

Tantang Remaja Pariaman

Saat menjajal catwalk Citayam Fashion Week (CFW), Genius Umar menggunakan pakaian serba merah. Begitu pula dengan sang istri. Pakaian mereka dihiasi oleh batik khas Pariaman.

Terkait pakaian, Genius Umar pun menegaskan bahwa niat dia menjajal CFW sambil promosikan batik itu.

Adapun batik Pariaman yang mereka pakai adalah batik Sampan dan Sulaman Nareh. Dan lewat ajang itu ia pun menantang generasi muda Pariaman.

“Kami juga menantang anak-anak muda Kota Pariaman, untuk bisa membuat trend fashion ini kita bikin juga di Kota Pariaman.”

“Nanti kita putuskan dimana lokasi yang cocok untuk kita adakan,” tutup Genius. (Kay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Warga Pesisir Selatan Ditemukan Gantung Diri Gunakan Kain Panjang

Nur Afendi panggilan Pendi yang berusia 18 tahun, Warga Kampung Sinjalai Sei. Sirah Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan ditemukan gantung diri dengan...

Hukum

Sakit Hati, Pemuda di Bekasi Bunuh Kekasih Baru Mantan Pacar

F (19) tahun, Seorang pemuda di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menusuk pemuda yang berinisial R (20) tahun. Penusukan itu menewaskan R. Polisi mengungkapkan R berpacaran...

Iklan3