Belasan Warga Garut Divonis 3,5 Tahun Gegara Kubur Pencuri Hidup-hidup

Sebanyak 14 orang warga Garut pelaku penganiayaan terhadap Maman (40) tahun, pria asal Garut yang diduga tertangkap tangan tengah mencuri divonis bui 3,5 tahun. Jaksa akan mengajukan banding karena vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan mereka.

14 orang tersangka penganiayaan Maman hingga tewas diketahui menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Rabu (27/7) lalu.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Garut Ariyanto mengatakan, ke-14 terdakwa dinyatakan bersalah oleh majelis hakim melanggar Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan.

“Vonisnya 4 tahun dan 3,5 tahun,” jelas Ariyanto, Jumat (29/7).

Ariyanto mengatakan, terdakwa utama SF yang diketahui menggorok leher Maman hingga tewas divonis penjara 4 tahun. Sedangkan 13 tersangka lainnya, divonis 3,5 tahun penjara.

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut diketahui jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). JPU diketahui menuntut SF dengan hukuman bui 8 tahun. Sedangkan 13 terdakwa lainnya dituntut bui 7 tahun.

“Pelaku penggorokan kami tuntut delapan tahun penjara. Sedangkan yang lainnya kami tuntut tujuh tahun penjara,” jelasnya.

Terkait vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut, kata Ariyanto, pihaknya akan melakukan banding. Banding akan dilayangkan pihak JPU pada Senin (1/8) mendatang.

“Tentunya kami sangat menghargai putusan yang telah dijatuhkan oleh yang mulia majelis hakim. Namun, dari sisi putusan, kami akan melakukan upaya banding. Karena putusan tersebut setengah dari tuntutan kami,” pungkas Ariyanto.

Berdasarkan informasi, peristiwa pengeroyokan sadis yang dialami Maman itu terjadi di kawasan kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedug pada bulan Oktober 2021 lalu. Kejadian tersebut bermula saat Maman tertangkap basah masuk ke gudang pertanian milik warga, dan diduga hendak melakukan aksi pencurian.

Maman yang tertangkap basah kemudian disiksa ramai-ramai. Setelah sekarat, dia kemudian dibawa untuk dikubur. Saat proses penguburan tersebut, para pelaku melihat Maman masih hidup. Maman kemudian digorok di bagian leher oleh terdakwa SF. (Kay)

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Jokowi soal Usul TNI Jabat di Kementerian: Kebutuhan Belum Mendesak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan belum ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk menempatkan tentara di jabatan-jabatan kementerian atau lembaga negara. Hal ini disampaikan Jokowi merespons...

Gaya Hidup

5 Tanda Kamu Ditakdirkan Bersama Menjadi Pasangannya

Terkadang, meskipun sudah pacaran sekian tahun beberapa pasangan tidak ditakdirkan bersama. Namun ada juga beberapa orang yang baru saja kenal, sudah memutuskan untuk menikah...

Peristiwa

Mobil Hias Parade Jakarnaval Terbakar di Sirkuit Formula E

Peristiwa kebakaran terjadi, Satu unit mobil hias yang digunakan untuk parade Jakarnaval 2022 terbakar. Peristiwa kebakaran terjadi di dalam trek Formula E atau Jakarta...

Hukum

SMP di Banten Disatroni Maling, Komputer hingga Printer Raib

Kasus pencurian terjadi di SMPN 5 Cibeber, Lebak, Banten. Sejumlah alat komputer dilaporkan hilang dicuri. Insiden ini baru diketahui pihak sekolah hari Minggu (14/8) sekitar...

Iklan 6