Acara Karnaval di Lombok Timur Jadi Ajang Kreativitas Warga

Karnaval Tenun yang diadakan di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) dimanfaatkan oleh warga sebagai kreativitas untuk memamerkan kostum terbaiknya. Mereka menggunakan jalan desa untuk cat walk dijalanan.

Fashion Show di jalanan kini makin popular semenjak adanya Citayam Fashion Week di Jakarta. Bila di Jakarta memamerkan busana modern, fashion show yang digelar di Lombok ini menggunakan pakaian yang berbahan kain tenun.

Ketua Panitia Alunan Budaya VI Desa Pringgasela, Bayu Darma Andika mengatakan tema kali ini mengangangkat karnaval tenun. Peserta harus berjalan di red karpet yang ada di jalanan pedesaan yang disiapkan dengan red karpet untuk menampilkan busana terbaiknya yang berbahan kain tenun.

Acara karnaval ini menjadi solusi supaya budaya menenun di Pringgasela, Lombok tidak hilang meskipun orang tua terdahulu yang pandai menenun banyak yang sudah meninggal dunia.

“Melalui budaya ini adanya generasi muda yang mau belajar menenun sebagai cara untuk mempertahankan kearifan lokal,” kata Bayu saat disela-sela karnaval tenun.

Bayu khawatir budaya tenun semakin hari semakin terkikis. Untuk itu pemuda berinisiatif untuk mempertahankan budaya menenun. Salah satunya dengan memperkenalkan kain tenun ke masyarakat terutama genarasi muda.

“Kami khawatir budaya menenun terkikis,” keluhnya.

Menurut Bayu, Karnaval Tenun ini, talent merancang busana dan harus berbahan tenun 30 persen. Alhasil, para peserta yang berasal dari berbagai daerah di pulau Lombok tertarik untuk mengikuti karnaval tenun yang menjadi agenda tahunan ini.

“Busana yang dipergunakan harus berbahan kain tenun 30 persen,” katanya.

Wakil Bupati Lotim H Rumaksi usai menyaksikan karnaval tenun berharap event alunan budaya  ini menjadi kalender wisata. Dengan demikian peserta akan lebih banyak dan tentunya para UMKM bisa menjajakan produk andalannya.

“Kami inginkan alunan budaya ini mempunyai dampak yang luas”, harapnya.

BACA JUGA  PELNI Dorong Tingkatkan Literasi Pelajar di Wilayah 3TP

Rumaksi menginginkan gaung karnaval tenun tekenal hingga ke luar pulau Lombok bahkan ke mancanegara. Salah satunya para penenun dapat membuka stand dan menampilkan kepada pengunjung tata cara menenun dan hasil tenun yang mempesona.

“Kita punya banyak potensi yang dapat mengundang wisatawan  lokal ataupun mancanegara”, katanya.

Kedepan, Rumaksi mengingkan alunan budaya dapat digelar tiap tahun. Untuk itu pihaknnya berjanji akan menganggarkan agenda alunan budaya di desa Pringgasela.

“Supaya potensi yang ada betul-betul kita galakkan. Kemarin pembukaan saya liat banyak turis yang liat,” pungkasnya.

Iklan 7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

3 Cara Cerdas Membuat Lilin Tahan Lama

Lilin merupakan sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak...

Peristiwa

Angin Puting Beliung sebabkan Pohon Tumbang hingga Kuburan Terbongkar di Pematangsiantar

Bencana angin puting beliung menerjang Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah pohon tumbang yang menyebabkan kuburan warga terbongkar. Dampak angin puting beliung tersebut, kompleks permakanan,...

Hukum

Pesta Sabu, 4 Pria di Pesawaran Ditangkap Polisi

Jajaran unit satnarkoba Polsek Gadingrejo menggerebek sebuah lokasi yang diduga mengadakan pesta narkoba di dua lokasi berbeda di pekon Gadingrejo Utara. Sebanyak empat pria...

Iklan 6