8 Wanita PSK Dikirim ke Andam Dewi Solok

Sebanyak 8 wanita dari 23 muda-mudi yang diamankan pada Selasa dini hari kemarin (19/4) dikirim ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi Solok.

Pasalnya, ke 8 wanita tersebut diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK). Masing-masing berinisial JF (18) tahun, NI (25) tahun, AR (17) tahun, AU (18) tahun, SW ( 23) tahun , SS (20) tahun, NP (24) tahun, dan BK (18) tahun.

“Setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh PPNS, 8 wanita ini telah melanggar Perda 11 Tahun 2005, Pasal 10 ayat 2 yang berbunyi, setiap orang dilarang menjajakan dirinya sebagai pelacur dan atau berupaya mengadakan transaksi seks,” jelas Mursalim.

Sementara itu, 15 orang lainnya, Mursalim mengatakan, dilakukan pembinaan di Mako Satpol PP bersama pihak keluarga. Mereka diminta membuat surat pernyataan sesuai aturan sebelum diperbolehkan pulang.

“Ada yang membuat kita sangat miris, pergaulan mereka sangat bebas, kita duga para orang tua tidak mengontrol anak-anaknya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan ada yang berumur 17 tahun yang sedang dalam kondisi hamil dan suaminya diminta datang.

Selain itu, puluhan remaja yang telah diamankan petugas Satpol PP Padang, kebanyakan berasal dari luar Kota Padang.

Mursalim berharap, peran serta orang tua dan ninik mamak dalam mengawasi anak kemenakan, agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada juga yang mengaku kalau dirinya memang dibayar 350 ribu rupiah hingga 600 ribu rupiah untuk penambah biaya penginapan,” imbuh Mursalim.

“Mereka ini adalah calon penerus bangsa nantinya, namun jika para orang tua dan ninik mamak tidak memperketat pengawasan terhadap perilaku anak kemenakannya yang telah beranjak dewasa, tentu akan berdampak buruk terhadap masa depan mereka nantinya, dan akan merusak nama baik keluarga,” kata Mursalim.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mengamankan 23 orang muda-mudi salah satu penginapan di Kawasan Jalan Dobi Kampuang Pondok Kecamatan Padang Barat, Selasa dini (19/4).

Mereka terjaring dalam razia penyakit masyarakat pada bulan Ramadhan tahun 2022.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Padang Bambang Suprianto mengatakan, sebelum melakukan razia pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait aktifitas penginapan.

“Diduga di sana ada pasangan ilegal yang menginap dan membuat masyarakat setempat menjadi resah, menyikapi hal tersebut kita langsung melakukan razia ke lokasi,” katanya melalui keterangan tertulis.

Bambang menyebutkan, mereka yang terjaring 23 orang tersebut rata-rata dibawah 24 tahun dan ada juga yang kita amankan satu wanita dan dua laki-laki dalam kamar.

“Karena tidak bisa melihatkan surat nikah, terpaksa kita amankan ke Mako untuk dimintai keterangannya lebih lanjut,” jelasnya.

Bambang menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan.

“Karena masih menunggu hasil dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Padang,” ujarnya.

“Kita tunggu hasil dari PPNS, yang jelas, pihak keluarga yang bersangkutan akan kita panggil sebagai penjamin dan kita lakukan pembinaan,” paparnya.

Terkait hal ini, pemilik penginapan diberi surat panggilan untuk menghadap PPNS, jika nanti ditemukan adanya pelanggaran, maka akan diproses sesuai aturan

Ia menegaskan, razia penyakit masyarakat ini akan terus digelar selama bulan suci Ramadan.

“Dalam rangka penegakan Peraturan Daerah dan Menjaga Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kota Padang selama bulan suci ramadan,” tandasnya. (Kay)

 

 

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Warga Rejang Lebong Temukan Mortir Peninggalan Perang

Penemuan benda mirip mortir hebohkan warga Desa Sambirejo, Kecamatan Selup Rejang, Kabupaten Rejang Lebong dihebohkan karena adanya laporan temuan benda mirip mortir. Kondisi benda yang...

Gaya Hidup

Kenali Perbedaan Alergi Matahari dan Terbakar Matahari

Alergi matahari dan terbakar matahari terkadang sulit dibedakan karena gejala yang muncul hampir serupa. Padahal, keduanya disebabkan oleh reaksi yang berbeda pada kulit. Nah,...

Peristiwa

Banjir Rob Kembali Rendam Pemukiman di Pekalongan

Peristiwa banjir rob yang kembali terjadi, Banjir terjadi di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan menerjang permukiman pada Rabu (24/5) pagi, sebelumnya sempat...

Hukum

Koruptor Rumah Ibadah di Aceh Ditangkap Setelah 4 Tahun Buron

Koruptor rumah ibadah, Ami Aristoni ditangkap tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung). Mantan Sekretaris Dinas Bina Marga Cipta Karya Kabupaten Bener Meriah, Aceh ini sebelumnya...