6,3 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai di Lampung

Sebanyak 6,3 juta batang rokok Ilegal atau tanpa dilengkapi pita cukai resmi di wilayah Lampung dimusnahkan Kantor wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar). 

Kabid Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sumbagbar Kunto Prasti Trenggono menyampaikan, kasus Rokok Ilegal merupakan hasil penindakan yang dilakukan selama periode Juli-Desember 2021 lalu.

Dia mengatakan, saat ini ada modus baru dalam peredaran gelap Rokok Ilegal di Lampung.

Menurutnya, saat ini pelaku masih menggunakan jasa e-commerce atau toko online untuk membeli Rokok Ilegal tersebut.

“Mereka melakukan pemesanan secara online, kemudian rokok ini dikirim melalui jasa pengiriman,” kata Kunto seusai pemusnahan barang bukti di Kanwil DJBC Sumbagbar, Kamis (23/6).

Menurut Kunto, dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan di bidang cukai, terdapat empat penyidikan perkara sepanjang tahun 2021.

Tidak hanya terhadap pelaku pelanggaran yang tertangkap tangan, namun pemasok atau penyalur barang ilegal dilakukan tindakan represif.

“Berupa penindakan dan penyidikan guna memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran,” ujar  Kunto.

Karena itu, lanjut Kunto, strategi yang dilakukan dalam pengawasan barang kena cukai ilegal adalah dengan melakukan pengawasan di jalur distribusi. Serta jalur pemasukan wilayah Sumatera berupa pengawasan terhadap sarana pengangkut seperti bus penumpang, truk dan mobil, serta jasa titipan atau ekspedisi.

“Strategi pengawasan di wilayah pemasaran juga dilakukan terhadap toko-toko atau warung penjual eceran,” tutur Kunto.

Selain upaya kegiatan represif, lanjut Kunto, Bea Cukai Sumbagbar juga melakukan kegiatan preventif dan preventif seperti sosialisasi dan publikasi. Sosialisasi langsung ke toko-toko, pemasangan baliho, iklan layanan masyarakat, serta melalui media sosial.

“Ini kami lakukan agar masyarakat mengerti dan mematuhi ketentuan di bidang cukai,” imbuhnya.

Kunto mengatakan, pemusnahan juga dilakukan terhadap barang kena cukai lainnya. Dengan rincian 6,3 juta Rokok Ilegal senilai Rp 6,4 miliar, 49,2 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) senilai Rp 4,9 juta, dan 20 ribu gram tembakau iris senilai Rp 1,1 juta.

“Barang ilegal tersebut berpotensi merugikan negara sebesar Rp 4,25 miliar dari pajak dan cukai,” kata Kunto.

Berdasarkan informasi, sebanyak 2,5 juta batang Rokok Ilegal diamankan Bea Cukai Lampung. Rokok tanpa pita cukai tersebut rencananya diselundupkan dari Pulau Jawa ke Sumatera.

Penggagalan penyelundupan jutaan batang Rokok Ilegal itu dilakukan di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (2/4) lalu. Rokok tanpa pita cukai itu diangkut menggunakan truk.

Kepala Kantor Bea Cukai Lampung Esti Wiyandari mengatakan, penindakan tersebut terjadi di Km 75 Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

“Penindakan yang dilakukan kali ini bermula dari informasi masyarakat yang selanjutnya dikembangkan oleh petugas,” jelas Esti.

Berdasarkan informasi intelijen, didapat informasi terkait adanya pengiriman Rokok Ilegal dari Jawa menuju Sumatera.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan truk yang mengangkut 155 koli berisi 2.480.000 batang Rokok Ilegal yang ditutupi makanan ringan dan pupuk. (Kay)

 

 

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Viral! Motor Terbungkus Terpal Ditemukan Warga di Areal Kuburan Cina, Ternyata Hasil Curian

Warganet dihebohkan oleh viralnya video yang memperlihatkan warga menemukan satu unit motor warna putih di areal Kuburan Cino, Kota Jambi, Rabu (22/6/2022) pagi. Diketahui, motor...

Hukum

KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru Korupsi Pengajuan Dana PEN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji, terkait pengajuan dana pemulihan...