3 Oknum Wartawan di Sukabumi Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya!

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi Kota menangkap sebanyak tiga oknum wartawan. Mereka diduga memeras pihak SMKN 1 Kota Sukabumi.

Berdasarkan informasi yang diterima, ketiga oknum wartawan itu diduga meminta uang hingga Rp 17,5 juta kepada SMKN 1 Sukabumi. Polisi yang menerima laporan kemudian bergerak dan menangkap tangan para pelaku berinisial RG, MN dan DS berikut sejumlah barang bukti.

Kepala Sekolah SMKN 1 Sukabumi Juanda menyampaikan, tiga oknum wartawan tersebut mengaku dari media yang berbeda. Mulanya mereka mendatangi sekolah dengan tujuan mengkonfirmasi terkait penyaluran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Pihak sekolah kemudian menjawab berbagai pertanyaan. Lalu para oknum wartawan itu mengancam akan memberitakan keburukan sekolah. Bahkan, salah satu dari oknum wartawan tersebut membentak Juanda.

“Setelah konfirmasi sudah, ada yang ngaku wartawan lain bilang gini ‘ini saya bawa tiga media dan akan kita naikkan beritanya,” jawab Juanda, silakan selama berita itu maslahat dan manfaat bagi saudara silahkan diberitakan,” kata Juanda di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (22/6).

Kemudian, wartawan lainnya melakukan negosiasi untuk tidak jadi memberitakan keburukan, melainkan diganti dengan pemberitaan profil sekolah dan memasang tarif. Tarif tersebut mulai dari Rp 17,5 juta, Rp 15 juta, Rp 10 juta, sampai Rp 5 juta.
Juanda lantas mengarahkan ketiga oknum wartawan tersebut untuk berbicara dengan komite. Terlebih, anggaran publikasi ada di ranah Komite Sekolah. Pelaku kemudian meminta Rp 15 juta.
Saat itulah dia menilai ada indikasi pemaksaan. Pasalnya mereka tetap meminta uang Rp 15 juta. Ketika oknum wartawan itu di ruang komite, Juanda berinisiatif melaporkan hal tersebut ke polisi.
“Pada saat mereka di ruang komite, saya minta tahan dan lapor ke Polres. Saya tahu aturan media seperti apa, maka saya anggap itu ada indikasi pemerasan,” jelasnya.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin membenarkan terkait laporan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan terhadap sekolah menengah kejuruan. Dia mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah dalam proses penyelidikan.
“Iya tadi laporan kita terima. Sekarang masih proses lidik posisi sebagai pelapor dan terlapor,” tutup Zainal. (Kay)

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Satu Korban Tenggelamnya Kapal PMI Ilegal di Kepri Ditemukan, 6 Masih Pencarian

Satu dari tujuh orang korban tenggelamnya kapal pembawa Pekerja Imgran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan tewas di perairan Singapura. Satu orang korban tersebut ditemukan di...

Hukum

Dijanjikan Pekerjaan, Gadis 17 Tahun di Tanjungpinang jadi Korban Pencabulan

Seorang gadis di bawah umur jadi korban pencabulan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Korban dicabuli DO, seorang pria yang baru dikenalnya di medsos. Gadis, sebut...