157 Sapi Dipotong Paksa Karena PMK Terus Naik di Lombok

Sapi ternak yang terdampak penyakit kuku dan mulut (PMK) terus melonjak, mendekati Hari Raya Idul Adha ini di Lombok menembus ribuan kasus.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kasus PMK di Pulau Lombok telah mencapai 38.790 kasus. Bahkan, sekitar 157 ekor sapi dipotong paksa oleh peternak.
“Kami masih menunggu vaksin PMK yang didatangkan dari Prancis melalui pemerintah pusat. Kan sudah ada 800 ribu yang tiba di pusat. Harapan kita dapat 250 ribu dosis sesuai dengan jumlah populasi (ternak),” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, drh. Muslih, Rabu (22/6/2022).

Muslih menjelaskan, satu ekor sapi yang terpapar PMK akan diberikan satu dosis vaksin. Selain itu, pihak dinas juga meminta agar peternak bisa mengobati hewan ternak secara mandiri.

“Kadang-kadang kan dari pakaian petugas itu yang membawa virus ini. Karena virus ini kan penularannya secara mekanis,” terang Muslih.

Saat ini, jumlah tenaga medis di Lombok telah ditambah menjadi 68 orang untuk melakukan pengobatan PMK. Sedangkan, untuk jumlah petugas paramedis berjumlah 120 orang.

“Kami juga minta dokter hewan di pihak karantina untuk melakukan pengobatan,” kata Muslih.

Salah satu peternak di Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Daya Muhammad mengatakan pihaknya telah melakukan pengobatan secara mandiri untuk dua ekor sapi miliknya yang terpapar PMK. Proses penyuntikan dilakukan oleh petugas hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Tengah dengan membayar secara sukarela.

“Jadi obatnya kita pakai antibiotik, sekali suntik itu biayanya sekitar Rp 25 ribu. Jadi alhamdulillah agak membaik,” kata Muhammad.

Salah satu petugas penyuntikan hewan ternak dari Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Wiraje mengaku melakukan penyuntikan dimulai dari Kecamatan Praya, Praya Barat Daya hingga Kecamatan Pujut dan Praya Barat.

BACA JUGA  Gandeng Polda Metro Jaya, Wartawan Polri Gelar Turnamen Futsal untuk Ajang Silaturahmi

“Jadi kita berikan antibiotik saja. Kita juga oleskan lukanya dengan antibiotic tadi agar sapinya tidak semakin demam,” kata Wiraje.

Wiraje juga mengaku selain penyuntikan antibiotika bagi yang terpapar PMK, dia juga kerap memberikan vitamin khusus yang terpapar PMK.

“Kebetulan vitaminnya itu sudah habis. Ini hitung-hitung untuk menolong peternak. Kalau dihitung biaya itu sudah sangat murah,” pungkas Wiraje.

Diketahui jumlah populasi ternak di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok seperti sapi, kambing, kerbau hingga babi sebanyak 950.551 ekor. Adapun untuk yang terpapar PMK tembus 38.790 dengan jumlah masih sakit sebanyak 18.395 ekor. Sementara jumlah total yang terpapar PMK yang sembuh capai 20.191 ekor, potong paksa 157 ekor, dan 47 ekor sapi mati.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Satu Jenazah Diduga Anggota PMI yang Hilang di Batam Ditemukan Police Marine Singapura

Satu jenazah diduga pekerja migran Indonesia atau PMI yang hilang akibat kapalnya karam di perairan Nongsa, Batam ditemukan di Singapura. “Iya benar, ditemukan satu korban...

Hukum

Kejati Kalbar Hentikan Penyelidikan 2 Kasus KDRT dan Penganiayaan, Ini Alasannya

Penyidikan dua kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan dihentikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar). Restorative justice adalah mekanisme yang digunakan...