13 Perwakilan Dispar Kalsel Ikuti Pelatihan Pembuatan Website

Untuk menjawab tantangan perubahan penggunaan teknologi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, memberikan pelatihan pembuatan website atau media sosial kepada perwakilan Dispar 13 kabupaten/kota dan sejumlah pelaku ekonomi kreatif di Kalsel.

Kepala Dispar Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan, melalui pelatihan ini ingin menyosialisasikan pentingnya memahami perbedaan karakteristik website atau media sosial, sehingga strategi marketing yang diterapkan dapat berjalan secara efektif, efisien dan tepat sasaran.

Bagi sektor usaha ekonomi kreatif, disrupsi ini menimbulkan peluang memajukan usaha sekaligus tantangan. Situasi pandemi COVID-19 membuktikan, mereka yang bisa beradaptasi dan berinovasilah yang bisa bertahan.

“Bahkan berkembang pesat, dengan memanfaatkan media sosial, produk-produk ekonomi kreatif Banua ini bisa dikenal secara luas,” kata Syarifuddin, Banjarmasin, dilansir dari InfoPublik.id, pada Kamis 23 Juni 2022.

Selain menyosialisasikan perbedaan karakteristik media pemasaran, lanjut Syarifuddin, melalui kegiatan ini pihaknya juga ingin menanamkan pemahaman pentingnya membentuk sebuah brand sebagai identitas dari suatu usaha ekonomi kreatif.

Pembentukan sebuah brand sangat penting, karena ini dapat menentukan arah pengembangan serta market yang disasar dalam memasarkan produk barang dan jasa.

“Apalagi brand bukan sekadar logo atau merk, namun brandadalah identitas korporasi/usaha yang merepresentasikan lini usaha kita sekaligus para konsumen dan audiensyang menjadi target market usaha,” ujar Syarifuddin.

Lebih jauh Syarifuddin menjelaskan, selain memberikan pelatihan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif, Dispar Kalsel juga sedang membuat Peraturan Gubernur (Pergub) tentang destinasi prioritas, yang nantinya diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha ekonomi kreatif.

“Dengan adanya Pergub destinasi prioritas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, baik yang bergerak di bidang kuliner, fashion, kriya atau kerajinan tangan, dan atraksi, serta 17 subsektor ekonomi kreatif lainnya,” tegas Syarifuddin.

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Cilacap

Peristiwa gempa bumi kembali terjadi, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 terjadi di Cilacap, Jawa Tengah. Gempa ini berpusat di laut. "Info Gempa Mag:2.7," tulis BMKG...

Hukum

Kapal Roro Diduga Over-kapasitas, Truk Ekspedisi ‘Kena Getah’ Petugas Mengaku Polisi

Sejumlah calon penumpang kapal Roro tujuan Batam - Sei Pakning ribut di Pelabuhan Roro Batam, Kepulauan Riau, Selasa (21/6/2022) lalu. Keributan penumpang kapal tersebut dikabarkan...